Mampus Israel!

Doa Memohon Kesyahidan dari Sayyid Abbas Al-Musawi

Sayyid Abbas Musawi gugur syahid pada tanggal...

Selengkapnya
Mampus Israel!

Jika Israel Berulah, Iran Akan Ratakan Tel Aviv dan Haifa dengan Tanah

Ayatullah Khamenei

Selengkapnya
Mampus Israel!

Mata-mata di Server Indonesia

Indonesia termasuk satu dari 25 negara yang menggunakan piranti lunak FinSpy untuk memata-matai. Laporan yang diterbitkan Citizen Lab,

Selengkapnya
Mampus Israel!

Siapa Menghina Sahabat Rasulullah Sekutu Musuh Islam

Selama berada di Mesir, Presiden Ahmadinejad...

Selengkapnya
Mampus Israel!

Teknologi Nuklir Indonesia Paling Maju di ASEAN

Indonesia, di samping sebagai negara terbesar dalam organisasi...

Selengkapnya
Mampus Israel!

Tak Berdaya Hadapi Freeport

Bicara mengenai PT Freeport Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari tiga hal. Pertama, kinerja perusahaan tambang selama ini mengeruk sumber daya alam Indonesia....

Selengkapnya
Mampus Israel!

Imam Khomeini Pewarta Terbesar Persatuan Islam

Seorang ulama Sunni dari Provinsi Utara Khorasan...

Selengkapnya
Mampus Israel!

Hizbullah Miliki Rudal Scud Berteknologi Tinggi yang Mematikan

Seorang Jenderal Israel, Amos Gilad, menyatakan...

Selengkapnya

Top Stories

Syarah Doa Bulan Rajab (Bagian Kedua)

  • Senin, 20 Mei 2013


  •  وَ آمَنُ سَخَطَهُ عِنْدَ كُلِّ شَر
    "dan aku selalu merasa aman dengan kemaksiatanku atas murka-Nya"

    Allah SWT berfirman dalam surat al-Infithar ayat 6, "Wahai manusia apa yang memperdayamu (berbuat durhaka) pada tuhanmu yang maha pemurah".

    Dalam suatu riwayat yang dinukil dalam beberapa kitab seperti Biharul Anwar, Iqbalul A’mal dan sebagainya, seorang sahabat Imam Ja’far Shadiq as yang bernama Muhammad bin Sajjad, berkata pada Imam as, "Wahai Abu Abdillah as, di bulan Rajab ini, ajarilah aku doa agar dapat meraih rahmat dan karunia Allah swt", Imam as berkata padaku, "Tulislah bismillahirrahmanirrahim, dan bacalah doa ini di pagi dan sore hari serta malam-malammu dalam setiap selesai shalat-shalatmu, 'ya man arjuhu likulli khair..wa amanu sakhatahu ‘inda kulli syar…'".

    Di awal doa ini dikatakan bahwa Allah adalah sumber segala harapan, karena Dialah sumber kebaikan dan kebaikan hanyalah dari-Nya, Dialah Sang Maha Sempurna yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan, salah satu sifat mulia tersebut adalah Karim. Makna Karim (Maha Pemurah) dalam ayat diatas bermakna Maha Pemurah yang segala perbuatannya adalah kebaikan dan bukan dalam rangka mendapatkan keuntungan maupun mencegah kerugian, dalam makna yang lain dan lebih detail dari makna pertama bahwa Karim-Nya Allah SWT bukan hanya Maha Pengampun bagi para pendosa bahkan mengganti dosa seseorang -yang berhak- dengan sebuah pahala, sebagaimana disebutkan dalam salah satu ayat al-Quran, Allah SWT berfirman, "Amal baik dapat menggugurkan amal buruk", (al-Amtsal jld. 19 hal. 485), dan dalam sebuah doa dikatakan, “Wahai yang rahmatnya mendahului murkanya”, selain itu kedermawanan Allah bersumber dari rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu, dalam doa seorang hamba berucap, “Ya Allah, aku memohon padamu berwasilahkan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu”, rahmat Allah umum untuk semua makhluk baik yang taat ataupun yang durhaka, seperti nikmat sehat, aman, rizki dan sebagainya.

    Manusia -tanpa kecuali dalam kehidupannya- merasakan nikmat-nikmat Allah SWT, baik orang-orang yang bersyukur atas nikmat tersebut dengan mengerjakan kewajiban dan menjauhi larangannya maupun yang tidak bersyukur, meski begitu Allah tidak pernah memutus rahmat-Nya dari makhluknya, untuk itulah terkadang dan kebanyakan manusia lalai akan murka Allah swt, mereka merasa bahwa Allah Maha Karim dan Rahim sehingga mereka menganggap mudah maksiat-maksiat yang dilakukannya di hadapan Rabbun Karim wa Rahim dan terjerumus pada jurang kelalaian, penyakit ini pula yang menjangkiti orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang disinyalir al-Quran dalam surat Ali Imran ayat 24, “dan hal itu terjadi karena mereka mengaku kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari saja mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa-apa yang selalu mereka ada-adakan”.

    Manusia tidak selayaknya hidup hanya dengan harapan (roja) semata akan rahmat Allah SWT, sebagai mana yang disebut di awal doa pertama, selain itu pula dia harus hidup dengan rasa takut (khauf) akan murka Allah SWT dalam segala hal yang dilarang-Nya, sehingga dia akan selamat dari kelalaian dan tipu daya dunia, karena orang-orang yang lalai mereka adalah mayat yang berjalan di dunia, pada hakikatnya jiwa mereka mati namun jasad mereka bergerak, dalam bahasa arab kata lalai disebut dengan kata ghurur yang berarti lalai di saat terjaga, dengan kata lain orang tersebut tidur di saat terjaga, tidak menggunakan akalnya di saat dia mampu menggunakan akalnya, al-Quran mensifati mereka seperti binatang bahkan lebih sesat lagi, al-A’raf ayat 179, karena binatang tidak memiliki akal dan manusia memiliki akal, orang yang memiliki akal tapi tidak menggunakan akalnya lebih rendah dari binatang dalam bahasa al-Quran.

    Untuk itu kita memohon pada Allah swt agar terhindar dari kelalaian, khususnya pada bulan Rajab yang mulia ini, bulan yang Allah nisbahkan kepada diri-Nya, Rajab Syahrullah (Rajab adalah bulan Allah swt), bulan yang merupakan jembatan awal menuju bulan Ramadhan untuk menjadi tamu Allah SWT, bersiaplah dan memintalah, jadilah tamu terbaik-Nya.

    Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan tuntunlah kami menuju bulan Ramadhan, bi rahmatika ya arhamarraahimin…

    Oleh : Ahmad Baqir Al-Athas

    Continue Reading...

    Syarah Doa Bulan Rajab (Bagian Pertama)

  • Kamis, 16 Mei 2013
  • يا مَنْ اَرْجُوهُ لِكُلِّ خَيْر
    Wahai dzat yang aku harapkan segala kebaikan dari-Nya

    Roja dalam kamus istilah bahasa arab diartikan harapan akan suatu hal yang mungkin terjadi, biasanya harapan itu berbarengan dengan perasaan tamak, dengan kata lain tamak akan terwujudnya harapan tersebut, dalam satu riwayat dikatakan, “jika ingin mendapatkan cinta Allah hendaknya besifat tamak atas apa yang ada di sisi Allah SWT”. Biasanya seseorang mengharap sesuatu dengan perasaan takut dan ragu, apakah harapannya akan tercapai atau tidak, akan tetapi Allah SWT sudah menjamin bahwa siapapun yang mengharap kepadanya, harapannya pasti terwujud, Allah swt berfirman, “Wahai manusia kalian itu faqir dihadapan allah, dan allah maha kaya lagi maha terpuji”, (al-Fathir 15).

    Dalam ayat ini, Allah SWT mengenalkan kepada manusia hakikat diri mereka, bahwa esensi mereka adalah tergantung akan dzat yang maha kaya yaitu Allah SWT, secara tidak langsung, Allah menghimbau kepada manusia untuk memohon dan mengharap serta meminta hanya dari-Nya, karena Dia-lah dzat yang Maha Kaya, kata maha terpuji dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa terkadang seseorang memiliki harta kekayaan yang melimpah tapi dia tidak merasa tersentuh ketika melihat seorang anak yatim yang tengah kelaparan, sehingga harta yang dimilikinya membuat dirinya tercela, sehingga tidak ada kebaikan yang diharapkan darinya.

    Dalam hadis qudsi Allah SWT berfirman, “Aku –akan mengabulkan- sesuai dengan prasangka hambaku”, dengan kata lain jika seorang hamba berprasangka bahwa Allah pasti mengabulkan harapannya maka Allah akan mewujudkannya, dan jika berprasangka buruk maka Allah tidak akan mewujudkannya, dalam surat al-Fath ayat 6, Allah mensejajarkan orang yang berprasangka buruk kepada-Nya dengan orang-orang musyrik, munafik dan sebagainya.

    ·         Segala kebaikan dari Allah
    Allah SWT berfirman, “Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam”, dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa segala pujian hanyalah untuk-Nya semata, karena Dia-lah Tuhan Semesta Alam yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, baik untuk yang menyembahnya atau yang membangkangnya, pujian (alhamdu) akan diperuntukkan untuk pebuatan baik tanpa keterpaksaan, dan alif lam dalam kata hamd menunjukkan bahwa tiada yang layak dipuji kecuali Allah, dengan kata lain kita dapat memahami dari ayat ini bahwa tiada kebaikan kecuali bersumber dari Allah SWT.

    ·         Segala yang dari Allah adalah kebaikan
    Allah SWT berfirman dalam surat sajdah ayat 7, “Yang menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya penciptaan”

    ·         Tolak ukur kebaikan
    Mungkin Anda sering tergesa-gesa menghukumi ketika di samping rumah Anda ada suara yang bising dan debu yang mengganggu, “dasar pengganggu tetangga”, padahal dari itu akan dibangun rumah sakit yang akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dan kadang kita berfikir mengapa Allah menciptakan ular berbisa yang dapat membunuh manusia, padahal jika kita jeli, maka kita akan melihat bahwa ular itu adalah makhluk AllahT yang ingin hidup dan bisa yang dimilikinya adalah baik baginya, dengan bisa tersebut dia dapat melindungi dirinya, dan sebagainya,itu satu hal.

    Dan terkadang kita menyukai sesuatu atau menganggap sesuatu itu baik bagi kita, padahal merugikan, seperti halnya ketika sakit perut, dokter melarang untuk memakan makanan pedas, namun katika kita dihadapkan kepada hidangan lezat sedap yang pedas, kadang akal kita dikalahkan oleh syahwat, kemudian memakannya, padahal menurut akal, makanan tersebut akan merugikan kesehatan, untuk itu Allah SWT berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 216, “Kadang kamu membenci sesuatu akan tetapi itu baik untukmu, dan kadang engkau menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu”, mengapa? Karena Allah-lah yang mengetahui dan kalian tidak mengetahui (al-Baqarah 216), kalian tidak mengetahui bahwa segala yang diciptakan Allah adalah baik dan ada hikmahnya, seperti halnya terkadang kita mengeluh pada Allah mengapa permohonanku serta keinginanku tertunda??!! Padahal tertundanya lebih baik baginya. Umpama, jika Allah memberikan rasa malu pada bayi kecil, sama sekali dia tidak akan menyusu pada ibunya karena dia akan merasa malu. Untuk itulah, cepat atau lambatnya terkabulnya permohonan dan harapan pasti ada hikmahnya dan baik bagi kita.

    Malam Harapan (Laylah Raghaib)
    Dalam riwayat disebutkan bahwa malam jumat pertama di bulan Rajab adalah malam segala harapan, siapa saja yang menyibukkan dirinya untuk bermunajat dan mengajukan segala harapannya pada Allah SWT, niscaya Allah akan mengabulkannya.

    Diriwayatkan dari Nabi SAW, “Janganlah kalian lalai akan malam jumat pertama di bulan Rajab, karena malaikat telah menamainya dengan malam segala harapan, pada sepertiga malam itu para malaikat berkumpul di sekeliling Ka’bah dan Allah SWT berfirman kepada mereka: ‘Wahai para malaikat-Ku, mintalah sesuka kalian’, maka mereka menjawab: ‘Wahai Tuhan kami, ampunilah orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab ini’, Allah berfirman: ‘Aku telah mengabulkannya’.

    Pada Malam ini juga dianjurkan untuk berdoa dan bermunajat serta shalat dua belas rakaat diantara Maghrib dan Isya, setiap dua rakaat salam, setiap rakaat membaca surat al-Fatihah satu kali dan al-Qadr tiga kali dan al-Ikhlas 12 kali. Dan selepas menyelesaikan 12 rakaat shalat sunat ini, bacalah shalawat 70 kali yang berbunyi:
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ [الْهَاشِمِيِ‏] وَعَلَى آلِهِ

    Kemudian sujud dan membaca dzikir di bawah ini sebanyak tujuh puluh kali :

    سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَ الرُّوحِ

    Kemudian mengangkat kepala dan bacalah doa :

    رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيُّ الْأَعْظَمُ

    Kemudian kembali sujud dan membaca dzikir sama dengan sujud pertama, dan mintalah hajat masing-masing insha Allah terkabul.

    “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan tuntunlah kami menuju bulan Ramadhan, amin”.

    Referensi :
    Tahqiq Kalimat al-Quran, Ustadz Hasan Mustafawi, juz 4 hal 79.
    Kitab Iqbal ala’mal, juz 2, halaman 632.

    Oleh : Ahmad Baqir Al-Athas
    Continue Reading...

    OPINI: Catatan Kecil dari Sampang

  • Jumat, 10 Mei 2013
  • IPABIonline.com - Akhirnya saya datang lagi ke GOR Sampang, menjelang siang pada Selasa 7 Mei 2013. Inilah tempat 166 muslim Syiah menjalani pengungsian sekitar 8,5 bulan. Saya datang dengan segala kelelahan, karena kurang tidur dan kecamuk perasaan tak menentu memikirkan apa yang akan terjadi di hari ini dan nasib pengungsi. Akankah hari ini mereka dikeluarkan dari GOR menuju tempat relokasi?

    Hari itu kabarnya akan ada demonstrasi ribuan orang dari kampung-kampung sekitar Bluuran dan Karanggayam ke kantor Pemkab dan DPRD Sampang menolak kepulangan pengungsi dan menuntut pengungsi direlokasi. Ajakan demonstrasi itu kabarnya dilakukan melalui corong-corong masjid dan musala. Truk-truk sudah disiapkan di pinggir jalan raya menyambut para warga yang mau demonstrasi sejak pukul 07.00 WIB.

    Ingatan tentang penyerangan kasus Sampang I dan II seketika penuh memanggil di laci memori saya. Memunculkan sikap siaga untuk menghadapi situasi paling buruk yang mungkin harus dihadapi. Lantaran alasan itulah kami berlima datang ke GOR Sampang dari Jakarta. Saya memang bertekad untuk menemani pengungsi ketika kemungkinan situasi paling buruk itu terjadi. Apa pun itu.

    Tetapi kekhawatiran saya sekejap hilang. Setelah melewati gerbang GOR, melewati sekawanan polisi yang hilir-mudik dengan mobil mereka, saya masuk ke GOR Sampang yang memilukan itu. Sesampai di pintu gerbang GOR Sampang, saya disambut oleh para pengungsi laki-laki, tua, dan muda, dengan sambutan yang paling wajar yang bisa mereka berikan. Mungkin karena mereka tak menyangka jam kedatangan saya bersama empat kawan lainnya.

    Sebagian besar dari mereka mungkin tak tahu siapa apalagi nama saya, kecuali setelah Iklil Al Milal, pemimpin pengungsi di GOR Sampang mendekati dan memeluk kami satu per satu seraya mengambil pipi saya dan teman-teman lain ke pipinya. Satu per satu mereka menyalami, memeluk, dan tampak berkeras untuk mencium pipi kami semua yang datang meski kami agak setengah enggan berlama-lama karena kelelahan.

    Dengan sehalus-halusnya mereka mencoba menyalami dan memeluk kami disertai ucapan pelan selawat dari sebagian orangtua saat mencium pipi saya. Satu per satu, tua dan muda datang. Awalnya saya ingin menyudahi saja dengan salaman, mengingat begitu banyaknya orang untuk disalami, dipeluk dan dicium pipinya. Tapi saya merasa mereka bersikeras melakukan itu semua. Mereka mencoba memperlihatkan senyum terbaiknya, seolah ingin menjauhkan tamu mereka dari rasa gundah karena memikirkan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi hari itu termasuk penderitaan mereka selama ini.

    Pelan-pelan, kesabaran, kepasrahan, kepolosan, keberanian, ketulusan dan keyakinan mereka energinya berpindah ke tubuh saya yang lelah dan penuh pikiran tak menentu. Mereka menyelamatkan iman saya kembali dan mengetuk hati saya yang pekat oleh debu pikiran kota, bahwa keyakinan adalah kebanggaan dan kemuliaan yang tak perlu ditakutkan. Itu tampak dari diri mereka tanpa harus berbusa-busa meyakinkan saya.

    Saya duduk bersama mereka dan menyatu dengan hati mereka. Kami membicarakan apa yang akan terjadi sebentar lagi dengan datangnya para pendemo. Tak sedikit pun ketakutan memancar dari wajah mereka. Mereka terus tersenyum menyalin penderitaan dari muka mereka dengan kepasrahan. Mereka berbicara sedikit saja. Mungkin karena keterbatasan kosa kata bahasa Indonesia, atau karena tak ada lagi yang perlu dikatakatan dan diyakinkan.

    “Saya cuma ingin pulang. Ini salah paham. Bersaudara semua. Sudah lama saya maafkan,” ucap seorang pengungsi lelaki sekitar 40-an tahun.

    Sayup-sayup demonstrasi pun terdengar. Mereka melintasi GOR Sampang dan berhenti persis di pinggir GOR. Demonstran mengarahkan barisan ke muka kantor DPRD. Jumlahnya tak sebanyak yang dikabarkan. Hanya sekitar 400-an orang saja, tak seperti angka yang disebut bupati Sampang seusai demonstrasi, yakni sekitar 2.000-an orang. Tampak di dalam kerumunan demonstran anak-anak remaja mirip santri dan orangtua mendekati manula bergabung dengan lelaki dewasa.

    Si korlap yang terdengar rapi tutur katanya memulai orasinya dengan mengatakan ini murni dukungan dari bawah dan berhati-hati provokasi. Saya tak terlalu yakin pendemo lainnya mengerti maksud korlap dengan hat-hati provokasi. Satu orang tampak membagi-bagikan air mineral. Sementara yang lainnya menciprat-cipratkan air ke kerumunan pendemo seperti bermaksud mendinginkan udara yang panas di siang bolong itu. Begitu tertib dan teratur. Seorang ibu berbaju kuning berdandan ala orang kota mendekati dan mengatur demo dan kemudian lenyap dengan sebuah mobil pribadi. Sejumlah pengungsi yang melihat video demonstrasi itu mengatakan bahwa sejumlah tim sukses bupati terlibat di dalam demonstrasi itu.

    Orasi yang dipimpin korlap berpeci hitam, berbaju koko dan bercelana denim tampak mulai meninggikan nada dan pesan. Sambil mengatakan Islam adalah rahmatan lil alamin, dia mulai menghujat Tajul Muluk sesat. Tajul Muluk dan pengikutnya usir. Angkat kaki dari Sampang. Antek-antek CIA, dan lain sebagainya. Perwakilan demonstran lalu masuk ke kantor DPRD bertemu dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Sampang. Ada bupati, ketua DPRD, dan kapolres Sampang berdiri menyambut pendemo.

    Dengan sangat lancar dan tanpa keraguan, Forpimda menyetujui begitu saja keinginan demonstran untuk merelokasi pengungsi dan berjanji secepatnya meneruskan hal ini ke Pemprov Jatim. Seketika, keinginan korban pengungsi yang bertahan selama selama 8,5 bulan di GOR Sampang untuk kembali ke kampungnya seperti sirna disapu persetujuan Forpimda. Persetujuan itu seperti sangat rela terlihat dan sengaja membuat keputusan atas dasar tekanan massa yang tampak jelas tak bisa dikatakan mewakili penduduk di Karanggayam dan Bluuran. Demonstrasi itu seperti ingin memberi legitimasi bagi Pemkab Sampang yang memang sedari awal dimulai pengungsian, sudah menghembuskan isu relokasi.

    Saya sedikit banyak sudah menduga sikap yang akan diambil pejabat publik Sampang, terutama menjadikan momentum kehadiran massa yang seperti tak punya emosi ini, sebagai dalih menguatkan kehendak mereka untuk merelokasi pengungsi muslim Syiah.

    Selama hampir dua tahun mengurus kasus Sampang ini, saya tahu betul mulai dari level nasional dan daerah, begitu langka bisa didapati pejabat publik yang bernalar kebangsaan dan bekerja dengan kesadaran konstitusi untuk melindungi dan menyadarkan warganya supaya hidup rukun serta menerima perbedaan dengan cara damai dan bukan cara politis.

    Yang muncul adalah pejabat publik yang selebor bersikap, saling melempar tanggung jawab, dan suka menjadikan urusan publik sebagai permainan politik. Betul saja kata Bung Hatta, di tangan pemimpin yang buruk, yang terbangun di Indonesia bukan persatuan melainkan persatean nasional.

    Di dalam GOR Sampang, pengungsi memilih salat zuhur berjamaah. Setelah itu mereka berdoa bersama. Masih terdengar suara toa di luar GOR menyesatkan dan mengusir mereka. Tampak sekjen AhlulBait Indonesia mengambil tempat di tengah pengungsi untuk memberi tausiah dengan mengatakan pesan penting untuk mencontoh pengorbanan Rasulullah dan Ahlulbaitnya. Mengajak pengungsi untuk bersabar, memaafkan, dan yakin pertolongan Allah pasti akan datang dan mereka yang menindas akan mendapatkan hukuman di pengadilan Allah. Satu sama lain saling menguatkan bahwa jika Allah memberi kesempatan mereka pulang kampung, mereka akan memaafkan dan menghapus dendam. Membangun rumah mereka sendiri dan menjadi warga yang bermanfaat bagi sesama sebagai sebagus-bagusnya dakwah.

    Terdengar potongan ayat terucap “Wamakaru wamakarallah wallahu khairul makirin” bahwa "Mereka merancang makar, Allah juga merancang. Sesungguhnya Allah sebaik-baik perancang makar."

    Oleh :  Hertasning Ichlas (Dosen Universitas Pelita Harapan)

    Sumber : http://www.beritasatu.com/blog/nasional-internasional/2460-catatan-kecil-dari-sampang.html
    Continue Reading...

    'Aksi Pembongkaran Makam Suci Hujr bin 'Adi Lahir dari Ideologi Terorisme'

  • Rabu, 08 Mei 2013
  • IPABIonline.com - Hizbullah Lebanon mengeluarkan kecaman keras atas tindakan anti Syiah dengan melakukan pembongkaran makam Hujr bin Adi salah seorang sahabat Nabi Saw dan pengikut setia Imam Ali as. Dua hari sebelum pembongkaran makam tersebut, Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah sudah memberikan peringatan akan adanya niat dari kelompok-kelompok takfiri Wahabi untuk melakukan aksi perlecehan terhadap tempat-tempat suci.

    Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nashrullah dalam pernyataannya menyebutkan, "Makam sahabat yang mulia, Hujr bin 'Adi merupakan salah satu makam yang paling penting menurut pandangan seluruh umat Islam. Penghinaan terhadapnya dan aksi pembongkaran tersebut lahir dari ideologi terorisme dan kekerasan yang menunjukkan tidak adanya penghormatan dan juga tidak memberikan penghargaan sedikitpun terhadap simbol-simbol suci umat Islam."
    "Mana janji oposisi Suriah yang menyatakan bahwa mereka akan membela tempat-tempat suci dan berjanji akan menjaga permakaman serta pusat-pusat agama?." Tanya sekjen Hizbullah tersebut.

    "Hizbullah menyatakan adanya kekhawatiran aksi pembongkaran makam serupa terjadi, terlebih lagi kelompok Wahabi memang telah menebar ancaman untuk melakukan aksi serupa untuk makam Sayyidah Zainab dan makam suci lainnya.Karenany Hizbullah menuntut pihak-pihak terkait, untuk mencegah hal tersebut terjadi."Ungkap Sayyid Hasan Nashrullah. (IPABI Online/MK/ABNA)
    Continue Reading...

    Press Release: YLBHU Memprotes Persetujuan Relokasi oleh Forpimda Sampang

  • (Ilustrasi : Blind Justice)
    IPABIonline.com - Pada Selasa, 7 Mei 2013, massa Anti Kebhinnekaan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang. Mereka menuntut Pemda (dalam hal ini terutama Bupati) mengusir pengungsi Syiah yang sudah hampir 9 bulan terpenjara di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sampang.

    Dengan mengatasnamakan suara mayoritas warga dua desa; Bluuran dan Karanggayam, massa menolak pengembalian warga Syiah ke kampung halaman mereka seperti dijanjikan Wakapolda Jawa Timur, Mugiyanto beberapa waktu lalu.

    Pihak Forpimda, diwakili Bupati Sampang terpilih, K.H Fannan Hasib, DPRD, dan Kapolres langsung menyetujui tuntutan para demonstran dan berjanji akan meneruskan tuntutan pengusiran /relokasi/warga itu ke pihak pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

    Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) menilai Pemkab Sampang telah bersikap abai atas tindak kekerasan dan pembakaran 49 rumah warga Syiah pada 26 Agustus 2012.

    YLBHU berpendapat bahwa peserta demonstrasi yang hanya berjumlah kurang dari empat ratus orang (dan hampir separuhnya anak-anak, remaja bahkan manula) itu tidak dapat diklaim sebagai mewakili tuntutan mayoritas.

    YLBHU menuntut Pemkab Sampang berpihak kepada korban yang selama ini telah berstatus pengungsi, tanpa melihat agama, aliran, golongan atau ras mereka. Sudah menjadi kewajiban Pemkab mengayomi warganya dari ketidakadilan, kesewenangan dan perlakuan melanggar hukum.

    YLBHU menuntut Pemkab Sampang yang telah menghentikan pasokan makanan kepada pengungsi GOR, segera mengembalikan mereka ke kampung halaman dan tidak lagi memaksakan opsi relokasi. Apalagi fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas warga Bluuran dan Karanggayam dengan pengungsi di GOR masih terjalin kohesi sosial dalam kultur “Tretan Dibik” yang selama ini diakui sebagai kearifan lokal yang dijunjung tinggi bersama oleh masyarakat Madura.

    YLBHU memprotes persetujuan relokasi begitu saja yang diberikan Forpimda Kabupaten Sampang demi meladeni tuntutan pendemo, sebagai tindakan pejabat publik yang sangat tidak adil. Sebuah kebijakan seharusnya tidak diputuskan berdasarkan tekanan massa dan mengabaikan keinginan pengungsi sebagai korban. Apalagi YLBHU yakin demo yang dilakukan tidak mewakili perasaan dan harapan warga di akar rumput yang sebenarnya menginginkan pengungsi kembali pulang.

    Jakarta, 8 Mei 2013

    Hertasning Ichlas, SH, MH
    Yayasan LBH Universalia

    Sumber : beritaprotes.com

    Continue Reading...

    Sayyid Ali Khamenei: Kelompok Takfiri Adalah Petaka yang Besar dan Nyata Bagi Islam

  • IPABIonline.com - Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Senin (6/5) pagi dalam pertemuan dengan para pengurus dan pejabat penyelenggara Pemilihan Umum Presiden dan Dewan Kota/Desa menyebut partisipasi besar rakyat dalam pemilu yang akan diselenggarakan 14 Juni 2013 mendatang sebagai imun dan penjamin kelestarian dan kemajuan negara. Untuk itu, beliau menekankan kepada seluruh instansi dan lembaga pengawas dan pelaksana serta para kandidat pemilu untuk patuh kepada undang-undang dan hukum dalam semua tahapan.

    Seraya menyinggung aksi penistaan terhadap makam sahabat setia Nabi Saw, Hujr bin Adi dan menyebutnya sebagai peristiwa pahit dan menyedihkan, beliau mengatakan, "Kaum muslimin, khususnya kalangan elit umat dan para tokoh keilmuan, politik dan agama di Dunia Islam harus melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka terhadap pemikiran jahat seperti ini dan mencegah meluasnya api fitnah ini."

    Menyebut pemilihan umum sebagai ‘amanat besar dan bernilai bagi bangsa dan Islam' beliau menandaskan, "Dewan Garda Konsitusi, tim pengawas dan pelaksana serta instansi-instansi yang bertugas menjaga kondisi pemilu supaya aman dan sehat adalah pihak-pihak yang memikul amanat besar ini. Mereka inilah yang melaksanakan pekerjaan-pekerjaan besar, bernilai dan lestari."

    Ayatollah al-Udzma Khamenei menjelaskan peran besar pemilu dalam menyegarkan kehidupan bernegara di Iran, seraya mengatakan, "Dalam kurun waktu 34 tahun terakhir ini, partisipasi rakyat di seluruh penyelenggaraan pemilu selalu berhasil menangkis berbagai bencana yang mengancam negara ini sekaligus memompa tenaga baru ke tubuh negara, bangsa dan revolusi ini."

    Menurut beliau, ditinjau dari berbagai segi pemilu 14 Juni mendatang adalah pemilu yang punya signifikansi lebih dibanding beberapa pemilu sebelumnya. "Pelaksanaan dua pemilu sekaligus, yaitu pemilihan presiden yang sangat penting dan pemilihan dewan kota/desa adalah salah satu faktor yang menambah pentingnya pemilu ini," jelas beliau.

    Pemimpin Besar Revolusi Islam menyatakan bahwa pembentukan dewan daerah di tingkat kota dan desa di seluruh penjuru negeri adalah manifestasi dari partisipasi nyata dan kontinyu rakyat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan negara. Kepada para pejabat negara, rakyat dan kalangan elit bangsa, beliau mengimbau, "Perhatian besar kepada pemilihan presiden jangan sampai menurunkan signifikansi pemilihan dewan kota/desa di mata mereka."

    Menjelaskan berbagai sisi lain dari signifikansi pemilu mendatang, seraya menyinggung fasilitas luas, wewenang besar dan tugas berat yang telah ditetapkan Konstitusi dan Undang-undang lainnya terkait presiden dan kedudukannya, beliau menegaskan, "Jabatan konstitusional ini menunjukkan pentingnya pemilihan presiden."

    Menyebut Imam Khomeini (ra) sebagai pencetus, perancang dan arsitek ‘bangunan megah berbentuk partisipasi besar rakyat dalam pemerintahan Islam', Rahbar mengingatkan ketegasan Imam Khomeini dalam masalah referendum penentuan bentuk negara dan sikap beliau dalam masalah pemilu, seraya menambahkan, "Ciri khas pemeritahan Republik Islam adalah partisipasi rakyat dan keterlibatan mereka dalam memberikan pilihan yang menentukan dan mengarahkan di berbagai medan. Alhamdulillah, cira khas yang menarik dan penuh animo ini sampai sekarang masih tetap terjaga."

    Mengenai berbagai upaya yang dilakukan musuh untuk menggagalkan pemilu atau menekan partisipasi rakyat di kancah pemilu, beliau mengatakan, "Sejumlah pihak bekerja keras untuk meredupkan gairah pemilu atau menangguhkan pelaksanaannya, tapi berkat taufik Ilahi, upaya itu gagal dan ke depanpun apa yang mereka lakukan tak akan membuahkan hasil."

    Menurut Ayatollah al-Udzma Khamenei, partisipasi rakyat di tengah medan adalah penopang utama berdirinya pemerintahan Republik Islam. "Republik Islam berarti ‘partisipasi semua rakyat dan gerakan umum bangsa menuju cita-cita yang besar dan nyata'. Dengan memahami realitas ini, musuh berusaha keras untuk menurunkan tingkat animo dan partisipasi rakyat," kata beliau.

    Masih terkait hal yang sama, beliau menambahkan, "Republik Islam menyandarkan kekuatannya pada hati, emosi, akal, pemikiran, kearifan dan partisipasi rakyat. Tanpa dukungan besar ini kekuatan-kekuatan jahat dunia tak akan pernah membiarkan negara seperti Republik Islam hidup dengan mengusung slogan-slogan dan cita-cita yang agung."

    Tentunya, tandas beliau, berkat pertolongan Allah dan keteguhan bangsa yang mulia ini, pemilu mendatang akan terselenggara dengan sangat meriah dan akan menjadi pemilu dengan tingkat partisipasi umum yang terbaik.

    Di bagian lain pembicaraannya, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengimbau semua pihak terkait untuk tunduk kepada hukum dan aturan yang berlaku di semua tahapan. Seraya mengingatkan usaha keras yang selalu dilakukan musuh untuk mengecilkan kesan kehadiran rakyat di tempat-tempat pemungutan suara, beliau mengungkapkan, "Tahun 2009, mereka memaksa sejumlah kalangan untuk mengajukan tuntutan dan bertindak di luar hukum dengan harapan rakyat akan terprovokasi untuk melawan pemerintahan. Tapi berkat inayah Allah, mereka gagal."

    Mengenai apa yang sudah dilakukan untuk menjelaskan berbagai hal yang dipertanyakan pada pemilu 2009, beliau menegaskan, "Mereka yang telah memaksa negara dan bangsa harus membayar mahal dan menanggung kerugian besar memilih sikap menentang hukum dan undang-undang. Tentunya, negara yang didukung kekuatan rakyat berhasil mengatasi gangguan-gangguan itu."

    Untuk itu, Rahbar menekankan bahwa tunduk kepada hukum dan undang-undang adalah solusi terdepan untuk mencegah munculnya masalah dalam pemilu. Beliau menandaskan, "Rakyat di setiap desa dan kota mesti memerhatikan pernyataan dan tuntutan yang disampaikan siapapun harus sejalan dengan hukum."

    Beliau menambahkan, "Hukum harus ditegakkan dalam semua tahap, baik tahap seleksi kelayakan para calon kandidat, pelaksanaan pemilu, penghitungan suara, pengawalan suara dan kotak suara, serta tahap-tahap lainnya. Dalam semua tahap itu, para pengurus pemilu harus sepenuhnya jujur dalam menjalankan amanah dan hanya bertindak sesuai hukum, dan alhamdulillah keadaannya memang seperti itu hingga sekarang."

    Pemimpin Besar Revolusi Islam mengingatkan untuk tidak terjebak dalam permainan politik layaknya yang terjadi di Barat dengan menyebut satu pihak sebagai pemenang dan pihak lain sebagai pecundang pemilu. Secara alamiah, dalam setiap pemilu pasti ada pihak yang gagal memperoleh suara terbanyak. Kenyataan itu harus diterima dengan tangan terbuka dan tindakan yang benar sesuai hukum.

    Dalam kesempatan itu, seraya menjelaskan bahwa dalam memberikan suara rakyat harus memerhatikan berbagai kriteria seperti komitmen, ketaatan dalam beragama, kesiapan dan kemampuan para kandidat, beliau mengatakan, "Siapa saja yang terjun ke kancah ini dengan niat yang tulus demi melaksanakan tugas dan untuk kebaikan masa depan negara, maka Allah akan membimbing hatinya."

    Di bagian lain pembicaraannya, Ayatollah al-Udzma Khamenei menyinggung penghancuran makam dan penistaan terhadap jasad Sahabat Nabi Saw, Hujr bin Adi, seraya menyebutnya sebagai peristiwa pahit dan menyedihkan. Beliau menegaskan, "Yang menambah getir peristiwa ini adalah keberadaan orang-orang berpikiran jahat, reaksionis dan terbelakang di tengah umat Islam. Mereka menganggap penghormatan kepada para tokoh umat yang hidup di abad pertama Islam sebagai perbuatan syirik dan kufur."

    Menurut beliau, pemikiran yang menyimpang seperti ini adalah musibah besar bagi Islam dan kaum muslimin. Orang-orang seperti ini adalah penerus dari mereka yang telah menghancurkan makam para Imam Suci di pemakaman Baqi'. Jika umat Islam secara serentak tidak bangkit mengecam dan melawan aksi itu, mereka pasti akan menghancurkan makam suci Nabi Muhammad Saw.

    Rahbar menandaskan, "Orang-orang dengan pemikiran yang buruk seperti ini menganggap ziarah ke makam manusia-manusia agung, memohonkan rahmat untuk mereka dan bertawassul dengan mereka demi memperoleh rahmat Ilahi sebagai perbuatan syirik. Orang-orang seperti ini memiliki pemikiran yang batil dan jiwa yang bengis."

    Beliau menjelaskan, "Yang layak disebut syirik adalah tindakan sekelompok orang yang bersedia dipermainkan oleh agen-agen spionase Inggris dan Amerika Serikat (AS) dan melakukan hal-hal yang membuat umat Islam berduka."

    Rahbar mempertanyakan, "Pemikiran model apa ini yang tidak menganggap kepatuhan, dan penghambaan kepada thaghut-thaghut yang hidup sebagai perbuatan syirik sementara penghormatan kepada para tokoh agama dianggap syirik?"

    Aliran takfiri yang keji, kata beliau, saat ini telah menjadi petaka yang besar dan nyata bagi Islam.

    Mengenai reaksi benar dan tepat waktu yang ditunjukkan masyarakat muslim Syiah atas peristiwa ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam menandaskan, "Umat Muslim Syiah tidak akan masuk ke dalam permainan musuh yang hendak menyulut pertikaian antara Syiah dan Sunni, dan ini menunjukkan kemajuan cara berpikir mereka."

    Beliau menyatakan bahwa reaksi sebagian besar saudara-saudara Muslim Sunni juga membuktikan akan kematangan cara berpikir mereka. "Reaksi umat Islam yang mengecam penistaan itu harus terus berlanjut. Sebab, jika para tokoh keilmuan, cendekiawan dan elit politik Muslim tidak melaksanakan apa yang menjadi tugas mereka, maka fitnah ini tak akan bisa dibatasi pada keadaannya yang ada sekarang," kata beliau.

    Ayatollah al-Udzma Khamenei menambahkan, "Penyebaran fitnah ini harus dicegah dengan berbagai cara politik, fatwa, artikel yang ditulis para cendekiawan dan tindakan para elit politik dan intelektual."

    Seraya menyatakan bahwa tangan-tangan musuh sudah terlihat di balik aksi-aksi semacam ini, beliau mempersoalkan sikap lembaga-lembaga dan tokoh-tokoh dunia dan politik yang angkat suara ketika terjadi penghancuran satu situs bersejarah sementara mereka justeru memilih bungkam menyaksikan penistaan yang terbuka ini.

    Rahbar mengatakan, "Allah Swt selalu mengawasi dan pasti tipu daya Allah akan mengalahkan tipu daya musuh. Dialah yang akan menghentikan langkah dan tindakan yang merusak persatuan dan kemajuan umat Islam."

    Di awal pertemuan Sekretaris Dewan Garda Konstitusi Ayatollah Ahmad Jannati menjelaskan bahwa sebagai badan pengawas pemilihan umum, dewan ini sudah membentuk tim pengawas jalannya pemilu dan seleksi kecakapan para calon kandidat.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mohammad Najjar dalam kata sambutannya melaporkan persiapan penyelenggaran Pemilihan Umum Presiden Periode 11 dan Pemilihan Dewan Kota/Desa Periode ke-4 serta Pemilihan Sela Legislatif dan Dewan Ahli di sejumlah daerah. Dikatakannya bahwa persiapan awal untuk pelaksanaan pemilu ini sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan yang lalu.

    Sumber : Khamenei.ir
    Continue Reading...

    Kutuk Pembongkaran Makam Sahabat Hujr bin 'Adi, Al-Azhar: Itu Perbuatan Haram!

  • IPABIonline.com - Institusi keagamaan Al-Azhar yang berbasis di Kairo, Mesir, beserta mayoritas ulama di seluruh pelosok dunia mengutuk aksi biadab penghancuran dan pembongkaran makam salah seorang sahabat Nabi Muhammad, Hujr ibn Adi, di Damaskus, Suriah, baru-baru ini.

    Juru bicara Al-Azhar Syekh Manshur Mandur mengatakan, bahwa lembaga Al-Azhar sangat mengecam aksi apapun yang menghinakan jasad orang yang sudah meninggal, terlebih lagi jasad seorang sahabat Nabi yang berkedudukan sangat mulia.

    "Itu perbuatan haram, terlebih jika dilakukan terhadap makam sahabat Nabi Hujr bin Adi," kata Manhur sebagaimana dilansir kantor berita Fars (4/5).

    Sementara itu, Syekh Ahmad al-Qafthan, kepala Jam'iyyah Qauluna wal Amal Lebanon, juga mengutarakan kecaman serupa. Dikatakan oleh al-Qafthan, pelaku penghancuran tersebut tidak memahami hakikat ajaran Islam, meski perlakuan tersebut atas nama pemurnian ajaran tauhid dan pemusnahan praktik syirik.

    Kecaman yang sama juga datang dari Syekh Hussam Shu'aib. Beliau mengutuk aksi jemaat takfiri yang tidak menghinakan tempat-tempat yang seharusnya dimuliakan, menghancurkan kuburan-kuburan sahabat dan orang shalih.

    "Penghancuran makam sahabat Hujr ibn Adi adalah kejahatan keji dan penghinaan terhadap sejarah Islam," kata Shu'aib.

    Sebagaimana ramai diwartakan, pada Kamis (2/5/2013) lalu, sejumlah orang menyerang makam Hujr bin Adi di Rif, Damaskus. Jasad sahabat Nabi SAW yang menurut keterangan beberapa situs berita masih utuh seperti awalnya itu dipindahkan ke tempat tak diketahui.

    Hujr bin Adi adalah salah seorang shahabat Nabi Muhammad SAW yang ikut dalam Perang Al Qadisiyah di masa Khalifah Umar bin Khatthab dan berhasil menaklukkan daerah Maraj Al’ Adzra, daerah Persia. (IPABI Online/NJ/NU Online)

    Continue Reading...

    Kecam Pembongkaran Makam Sahabat Nabi, Rahbar: Musuh Berniat Pecah Belah Umat Islam

  • Selasa, 07 Mei 2013
  • IPABIonline.com - Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei mengecam pembongkaran makam suci bersejarah Hujr bin Adi Al-Kindi, seorang sahabat Nabi Muhammad Saw di Kota Adra, Suriah.

    Rahbar mengatakan bahwa penistaan itu bertujuan untuk mengobarkan api permusuhan antar mazhab Islam.

    Ayatullah Khamenei memuji Muslimin Sunni dan Syiah, dengan mengatakan bahwa mereka telah membuktikan kematangan intelektual menyusul serangan itu, karena mereka tidak tertipu oleh plot musuh.

    Beliau menyebut penistaan terhadap makam sahabat Rasulullah Saw sebagai tindakan asusila dan menyerukan supaya ulama dan tokoh politik mewaspadai target di balik aksi penistaan tersebut.

    "Muslim, terutama elit dan tokoh politik dan agama di dunia Islam harus memenuhi kewajiban mereka terhadap pola pikir jahat ini dan mencegah penyebaran provokasi [antara Muslim]," tegasnya.

    Milisi teroris Wahabi Suriah menyerbu makam Hujr bin Adi di pinggiran Damaskus, dan memindahkan jenazahnya ke lokasi yang tidak diketahui, pada Kamis (2/5/2013) silam. (IPABI Online/HM/Almanar)
    Continue Reading...

    Berita Terbaru

    Report

    Catatan

    110's

    Index

     
    Copyright © 2012-2013 IPABI Foundation. All Right Reserved.
    Unit IPABI : HUSAINIYAH | HAUZAH | IMAN | PERMABI | HW | TPQ | MT. MAHDAWIYAH.