Tokoh NU: NKRI Berdiri Tak Lepas dari Perjuangan Kiai & Santri

Print Email and PDF
  • Kamis, 24 November 2011
  • in
  • Labels:
  • Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon menegaskan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para kiai dan santri. Salah satu tokoh pejuang yang dikenal sebagai Singa Jawa Barat dari Pesantren Buntet, Cirebon, KH Abdullah Abas.

    "Tapi sayang, tokoh-tokoh NU yang berperan pada masa itu tidak masuk dalam sejarah. Padahal, Kiai Abdullah Abas termasuk ulama yang ahli dalam strategi perang," kata tokoh NU Kabupaten Cirebon, KH Lutfi Fuad Hasyim dalam rilis Pantia Nasional Kiran Resolusi Jihad yang diterima redaksi, Kamis (24/11/2011).

    Oleh karena itu, menurut Ketua Pengarah Nasional Kirab Resolusi Jihad, Muhaimin Iskandar, kirab yang dilakukan guna memperingati Hari Pahlawan 10 November ini juga dimaksudkan agar masyarakat dan pemerintah khususnya, mengakui peran para kiai dan santri dalam perang kemerdekaan itu.

    "Indonesia selama ini hanya mengenal tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Padahal peristiwa 10 November tidak akan terjadi tanpa adanya peristiwa pada 22 Oktober 1945," jelas Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, yang juga menjabat menakertrans itu.

    Saat itu, terang Muhaimin, Rais Akbar NU, KH Hasyim Asyari, bersama kiai-kiai besar NU lainnya telah menyerukan jihad fi sabilillah. Seruan itu dimaksudkan agar bangsa Indonesia mempertahankan NKRI yang baru diproklamasikan.

    Namun, kata Muhaimin, resolusi jihad yang diserukan para kyai NU pada 22 Oktober 1945 itu belum diakui secara resmi keberadaannya dalam sejarah Indonesia. Padahal, keberadaan resolusi jihad itu memiliki bukti otentik yang tersimpan di Museum Leiden Belanda. "Hal ini sangat disayangkan," kata Muhaimin.

    Sedangkan Jami'yyah Ahlit Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (Jatman), salah satu Badan Otonom NU, meminta kepada para pihak untuk menjadikan Resolusi Jihad sebagai ajaran wajib di sekolah sekolah, khususnya di bawah Kementrian Agama.

    Kirab Resolusi Jihad adalah salah satu upaya mengenalkan kepada masyarakat tentang kiprah ulama dan kiai NU, akan tetapi yang lebih penting adalah mengenalkannya kepada generasi penerus bangsa melalui jalur pendidikan.

    Dikatakan dia, peran kiai dalam menggelorakan semangat juang untuk membela ibu pertiwi yang dikobarkan oleh Hadratus Syech KH Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Nopember 1945 tidak cukup dikenang dan dikagumi saja, akan tetapi yang lebih penting bagaimana generasi penerus bangsa ini khususnya anak anak muda NU mampu meneruskan perjuangannya.

    "Kita tidak cukup hanya dengan kagum dan bangga atas perjuangan para ulama dan kiai dalam mengusir penjajah, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana semangat yang digelorakan para kiai mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari hari," kata Ketua Idaroh Syu'biyah Jatman Kota Pekalongan, Mujib Hidayat.

    Hingga kini rombongan Kirab Resolusi Jihad yang dipimpin Helmy Faisal Zaini, akan memasuki Kota Karawang, Jawa Barat. Rencananya, malam ini rombongan akan menginap di Kota Pahlawan. Dan, besok kirab akan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. (detik)
     
    Copyright © 2012-2013 IPABI Foundation. All Right Reserved.
    Unit IPABI : HUSAINIYAH | HAUZAH | IMAN | PERMABI | HW | TPQ | MT. MAHDAWIYAH.