Mossad di Balik Rekrutmen Anggota Teroris Dunia

Print Email and PDF
  • Rabu, 18 Januari 2012
  • in
  • Labels:
  • Masih bertanya siapa di balik aksi teror dunia, dan siapa yang membesarkan kelompok teroris versi Amerika Serikat (AS)? Jika berdasarkan kepada teori konspirasi yang berkembang sekarang, jawabannya tentu AS atau kelompok Islam Garis Keras (versi AS).

    Gordon Duff, seorang editor senior di veteranstoday.com membuat sebuah analisa menarik mengenai siapa sebenarnya dalang di balik aksi terorisme dunia. Jurnalis senior asal AS ini menyebutkan Israel sebagai dalang terorisme dunia yang sebenarnya.

    Analisa Gordon dibuat berdasarkan informasi mengenai sebuah operasi intelijen AS di Balochistan, Pakistan, di mana Mossad beroperasi dengan dukungan badan intelijen Inggris, MI6 dan Blackwater.

    Dari data operasi tersebut terkuak tiga hal utama, yakni pertama, selama di Balochistan, Mossad, MI6 dan badan intelijen India, RAW, seringkali menyamar menjadi kelompok teroris. Kedua, Ketiga badan intelijen dan beberapa kelompok yang tidak dapat disebutkan mendapatkan dana operasi dengan menjual narkotika.

    Dan fakta ketiga, tiga badan intelijen tersebut memberikan bantuan senjata dan pelatihan militer kepada kelompok Taliban untuk melawan pasukan AS.

    Militer AS sebenarnya mengetahui hal tersebut, namun tidak kuasa melawan karena besarnya kekuatan lobi politik AIPAC di Washington.

    Bukti mengenai keterlibatan Mossad terbukti ketika operasi intelijen AS di Irak berhasil merekam serangan penembak jitu yang diarahkan ke pasukan AS, dengan menggunakan senjata yang biasa digunakan penembak jitu profesional Israel dan kalangan militer negara Zionis.

    Untuk menyembunyikan keterlibatannya, Israel selalu berlindung pada legenda “Holocaust”. Namun sebenarnya Mossad terlibat dengan semua jaringan teroris di seluruh dunia, dan menyebarkan kebohongan dengan berpura-pura sebagai agen CIA. Mossad juga ada di jaringan FBI dan Homeland Security.

    Dengan menyusup ke dalam CIA, FBI dan Homeland Security AS, Israel mampu menempatkan United State Coast Guard ke dalam sebuah organisasi kriminal dengan sebutan penyamaran dan operasi desepsi.

    Al-Qaeda sendiri adalah bentukan CIA yang dibuat oleh intelijen palsu yang disusupkan ke Kongres AS dan Departemen Pertahanan AS oleh SITE Intelligence. SITE sendiri adalah kontraktor yang menciptakan cerita palsu mengenai keberadaan Al-Qaeda.

    Dan 99,99 persen dari kelompok teroris yang meneror AS, adalah kelompok rekrutan FBI atau CIA palsu, yang bekerja untuk kekuatan asing, yakni Israel.

    Di Irak, kebanyakan serangan ledakan yang terjadi bukan dilakukan oleh kelompok oposisi. Suku Kurdi mengundang Israel untuk menolong suku tersebut merdeka dari Baghdad. Israel melihat ini sebagai kesempatan untuk mendekati Turki, dan kedok kerjasama rahasia Israel dengan Suriah. (int)
     
    Copyright © 2012-2013 IPABI Foundation. All Right Reserved.
    Unit IPABI : HUSAINIYAH | HAUZAH | IMAN | PERMABI | HW | TPQ | MT. MAHDAWIYAH.