Berikut Foto-foto Bukti Kejahatan Rezim Al-Khalifa terhadap Anak-anak di Bahrain

Print Email and PDF
  • Jumat, 14 September 2012
  • in
  • Labels: ,
  • IPABIonline.com - Per tanggal 18 Agustus 2012, pemberontakan warga Bahrain (2011-sekarang) mengakibatkan lebih dari 100 orang meninggal. Sedangkan jumlah korban cedera sulit untuk ditentukan karena pemerintah melarang keras untuk mendatangi rumah sakit dan tenaga medis.

    Estimasi data akurat terbaru untuk korban cedera mulai dari 16 Maret 2011 hingga sekarang mencapai sekitar 2.708 jiwa. Komisi Penyelidik Independen Bahrain menyimpulkan bahwa banyak tahanan yang mengalami penyiksaan dan bentuk-bentuk lain kekerasan fisik dan psikologis saat berada dalam tahanan, lima di antaranya dikembalikan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

    Sajida Faisal Jawad (5 hari)
    Menurut orang tuanya, dia meninggal setelah tercekik oleh gas air mata yang ditembakkan pasukan rezim Bahrain.



    Mohamed Abdulhusain Farhan (6 tahun)
    Diduga meninggal karena sesak napas setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh polisi di depan rumahnya.

     

    Ali Jawad Alsheikh (14 tahun)
    Penyebab kematian adalah "tulang belakang patah, pendarahan internal, dan shock". Saksi mengatakan bahwa mereka mendengar suara tembakan segera setelah melihat seorang polisi memegang pistol gas air mata yang berdiri keluar dari jendela mobil SUV polisi yang mengejar demonstran.

     

    Sayed Hashim Saeed Al-Mumin (15 tahun)
    Sebuah laporan medis merilis penyebab kematian sebagai hematoma dan pendarahan akibat cedera leher, dan terdapat luka bakar di bagian bawah-kiri dada dan lengan kirinya. Diduga polisi menembakkan tabung gas air mata sebanyak dua kali di dada dan leher dari jarak dekat.



    Yaseen Jassim Al-Asfoor (11 atau 14)
    Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain mengklaim bahwa ia meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama 3 minggu sebelum kematiannya akibat menghirup gas air mata.

     

    Ali Yousif Baddah, 16
    Tewas ketika sebuah kendaraan polisi melaju kencang menjepit dia ke dinding di Juffair.



    Ahmed Jaber Al Qattan, 16
    Penyebab kematian adalah luka tembakan birdshot ke dada. Saksi melaporkan bahwa polisi menembaknya.

     

    Ahmed Shams (14)
    Kerabatnya menyatakan menyaksikan dia dipukul di kepala dengan tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi. Ayahnya melaporkan bahwa dokter mendiagnosis penyebab kematiannya yaitu patah leher.



    Husam al-Haddad, 16
    Meninggal di rumah sakit akibat luka yang dideritanya oleh pasukan keamanan.



    Sumber : Rohama.org
     
    Copyright © 2012-2013 IPABI Foundation. All Right Reserved.
    Unit IPABI : HUSAINIYAH | HAUZAH | IMAN | PERMABI | HW | TPQ | MT. MAHDAWIYAH.