IPABIonline.com - Seorang warga Bahrain, 59 tahun, meninggal dunia setelah menghirup gas beracun yang ditembakkan oleh pasukan rezim yang didukung Saudi, lapor Press TV, Rabu (19/9).
Haj Hassan Abdullah Ali meninggal pada Selasa (18/9) ketika pasukan keamanan Bahrain menembakkan gas air mata ke rumahnya di timur laut pulau Sitra.
Abdullah adalah korban terbaru dari kebrutalan rezim terhadap para demonstran damai anti-rezim di Bahrain.
Sementara itu, Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) menyatakan bahwa rezim Manama telah gagal dalam menepati janjinya untuk menerapkan reformasi politik di negara itu.
"Terlepas dari janji Raja, reformasi tersebut tidak cukup luas dan memadai," kata Federasi Internasional Hak Asasi Manusia (FIDH - The International Federation for Human Rights) yang berbasis di Paris pada 18 September 2012.
Revolusi Bahrain dimulai pada pertengahan Februari 2011 yang terinspirasi oleh revolusi populer yang menggulingkan diktator Tunisia dan Mesir, (sejak saat itu) mulai diadakan demonstrasi besar-besaran.
Pemerintah Bahrain dengan segera melancarkan penumpasan brutal terhadap protes damai yang dibantu oleh pasukan pimpinan Arab Saudi.
Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa mereka akan terus mengadakan demonstrasi anti-rezim sampai permintaan mereka untuk pembentukan sebuah pemerintahan yang dipilih secara demokratis terpenuhi. (IPABI Online/HM)
Gas Beracun Pasukan Bahrain Renggut Nyawa Pria 59 Tahun
Gas Beracun Pasukan Bahrain Renggut Nyawa Pria 59 Tahun
2012-09-19T14:35:00+07:00
ipabi bogor
Bahrain|Berita|Timur Tengah|



