![]() |
| Sayyid Hasan Nasrullah (naharnet.com) |
"Secara pribadi, saya tidak berharap Zionis Israel - setidaknya dalam beberapa bulan mendatang atau masa mendatang - (untuk melancarkan) serangan terhadap Republik Islam Iran," kata Nasrallah dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi yang berbasis di Beirut Al Mayadeen, Senin (3/9).
"Keputusan telah diambil untuk merespon dan respon itu akan sangat besar," tambah Nasrallah.
"Respon tidak akan hanya di dalam entitas Israel - pangkalan Amerika di seluruh kawasan bisa menjadi target Iran ... Jika Israel menargetkan Iran, Amerika yang menanggung tanggung jawab," kata pemimpin Hizbullah.
Nasrallah menambahkan bahwa ada perbedaan pendapat di antara para pejabat Israel atas opsi penyerangan fasilitas nuklir Iran.
Pada hari Minggu, mantan Mahkamah Agung Israel hakim Eliyahu Winograd mengecam Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Urusan Militer Ehud Barak bahwa mereka "sangat tidak bertanggung jawab" atas pernyataan tentang Iran yang terlalu mencolok.
"Saya tidak akrab dengan pertimbangan mereka [Netanyahu dan Barak], tetapi [pernyataan] mereka sangat tidak bertanggung jawab," kata Winograd.
"Seluruh kepala departemen pertahanan -Shin Bet dan Mossad, baik yang dulul dan sekarang, Intelijen Militer- Mereka semua menentang penyerangan itu, namun Netanyahu dan Barak sendiri yang memutuskan" tanyanya.
AS, Israel dan beberapa sekutu mereka menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya.
Tel Aviv telah berulang kali mengancam Teheran dengan serangan militer untuk menekan Iran menghentikan kerja energi nuklirnya.
Iran membantah tuduhan atas program energi nuklirnya dan berjanji akan memberikan respon menghancurkan untuk setiap serangan militer terhadap Israel. (IPABI Online/hm/presstv)



